Juni adalah bulan Bung Karno, Proklamator kemerdekaan dan Presiden I RI yang lahir serta wafat di bulan Juni. Pidato monumental tentang Pancasila dibacakannya pula pada 1 Juni 1945. Rapat BPUPKI dan PPKI, di mana Sukarno menjadi sentral di dalamnya, juga dimulai di bulan Juni. Tak berlebihan kiranya jika bulan Juni dikenal sebagai bulannya Bung Besar. Sebab itu, berbagai perayaan dan perhelatan digelar oleh banyak kalangan dalam rangka tersebut. Mulai dari inagurasi, diskusi publik, hingga mengadakan lomba, seperti yang biasa kami adakan.

Lomba kali ini adalah Lomba Menulis Surat: sebuah laku yang dulu begitu populer, namun kini serasa nyaris tak dilakukan. Bersurat atau melakukan surat-menyurat bukanlah aktivitas menulis atau berkirim kabar belaka. Lebih dari itu, berkirim surat adalah bentuk korespondensi yang di dalamnya terkandung karya, rasa dan karsa penulisnya. Bagi sebagian orang, menulis surat bahkan ibarat melukis emosi dengan kata-kata.

Bung Karno pernah berkorespondensi dengan tokoh Persatuan Islam (Persis) Ahmad Hasan lewat surat menyurat dari Ende di NTT ke Bandung di Jawa Barat. Keduanya terlibat dalam perbincangan yang dalam dan intensif tentang Islam dan negara. Bung Karno juga banyak menuangkan romantisme serta rasa rindu dan cintanya lewat surat kepada kekasih hati. Entah ada berapa banyak jumlah surat yang beliau tuliskan itu.

Yang pasti, surat cinta Sukarno lebih dari sekadar surat cinta. Di dalamnya senantiasa terkandung kedalaman makna dan rasa. Tak jarang, nuansa perjuangan dan pergerakan hadir di dalam surat-surat cintanya.

Berangkat dari pemikiran di atas, lomba menulis surat ini diadakan. Ada dua jenis lomba di dalamnya. Pertama, lomba menulis surat bertemakan Surat untuk Republik.

Tema ini merupakan ruang bagi setiap anak bangsa untuk berdialog, bercengkrama, bahkan berkorespondensi dengan Republik Indonesia, negara yang telah merdeka 80 tahun lamanya. Isinya kami serahkan kepada setiap peserta. Akan berupa pertanyaankah, refleksi, kerinduan, mimpi atau tulisan gugatan sekalipun. Semuanya sah, namanya juga berkirim surat.

Kedua, lomba menulis surat bertemakan Surat Cinta ala Bung Besar. Ini bukan tentang kegenitan. Ini justru tentang menyampaikan keindahan rasa cinta yang dibalut dengan keagungan hingga semangat perjuangan lewat baris kata-kata. Sebab, dalam menulis surat untuk istri-istrinya, Bung Besar bukan cuma mengungkapkan cinta dan kerinduan, tapi juga tentang nilai dan kehidupan.

Ketentuan Umum

  • Peserta adalah Warga Negara Indonesia dibuktikan dengan identitas yang valid (KTP dsb)
  • Peserta wajib mengisi formulir pendaftaran dan mengirimkan karyanya ke google form dan dikirim ke email: pancasila.dirumahku@gmail.com
  • Peserta hanya diperbolehkan mengikuti satu lomba dan mengirim satu karya
  • Karya yang dikirim adalah karya asli dan bersih dari plagiarisme
  • Tulisan bukan merupakan saduran, terjemahan atau produk Al
  • Tulisan menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar
  • Karya yang dikirimkan tidak berisi ujaran kebencian, penghinaan terhadap SARA, fitnah, dan hoax.
  • Peserta diwajibkan mengunggah karyanya di media sosial pribadi dengan akun asli dan memakai hashtag #PancasiladiRumahku #LombaSuratCintaUntukRepublik #LombaSuratCinta dan mention akun @bumi.pancasila.
  • Karya peserta menjadi hak milik pihak penyelenggara lomba
  • Peserta wajib mengikuti Whatsapp group lomba untuk informasi detailnya
  • Peserta yg tidak sesuai syarat dan ketentuan dapat didiskualifikasi
  • Penilaian dewan juri bersifat mutlak dan tidak bisa diganggu

Ketentuan Khusus

Surat untuk Republik

  • Tulisan layaknya orang bersurat atau bergaya esai sepanjang 700-1000 kata dalam kertas A4 spasi 1,5 dengan font Times New Roman 12
  • Tulisan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar
  • Penggunaan bahasa daerah dan serapan diperkenankan dengan disertai keterangan
  • Tulisan dikirim dalam bentuk file Ms Word atau doc dengan memberi subyek: Lomba_Surat_Untuk_Republik

Surat Cinta ala Bung Besar

  • Surat ditulis dengan tulisan tangan
  • Menggunakan gaya bahasa sastra atau mengacu pada surat-surat cinta Bung Karno
  • Tulisan minimal 50 kata dan maksimal 150 kata
  • Tulisan dikirim dalam bentuk file pdf dengan memberi subyek: Lomba_Surat_Cinta_Ala_Soekarno
  • Surat juga dikirimkan dalam bentuk fisik disertai dengan fotokopi identitas diri (kartu pelajar/kartu mahasiswa/KTP) ke alamat:
    Ruang Literasi Kaliurang
    RT 1/RW 23 Pedukuhan Penen, Kel. Harjobinangun, Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman,
    DI Yogyakarta – 55582

Kriteria Penilaian

  • Kebernasan gagasan
  • Keindahan gaya bahasa
  • Kedalaman makna dan pesan tulisan
  • Orisinalitas
  • Kreativitas

Hadiah

Surat untuk Republik

Kategori Pelajar
Juara I : Rp. 3.000.000
Juara II: Rp. 2.000.000
Juara Ill : Rp. 1.000.000

Kategori Mahasiswa & Umum
Juara I: Rp. 5.000.000
Juara II: Rp. 3.000.000
Juara Ill: Rp. 2.000.000

Surat Cinta ala Bung Besar

Kategori Pelajar
Juara I: Rp. 1.500.000
Juara II: Rp. 1.000.000
Juara Ill : Rp. 750.000

Kategori Mahasiswa & Umum
Juara I: Rp. 2.500.000
Juara II: Rp. 2.000.000
Juara Ill : Rp. 1.500.000

Batas waktu pengumpulan karya:
20 Juni 2025

Tautan pendaftaran dan pengumpulan karya:
Surat untuk Republik: https://bit.ly/4jJGnbu
Surat Cinta ala Bung Besar: https://bit.ly/4dTCeQK

Share:

Leave a Comment:

Your email address will not be published. Required fields are marked *