• 31/05/2025
  • Ruang Literasi Kaliurang

Pembicara:
Budiman Sudjatmiko, M.Sc., M.Phil (Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Indonesia)
Prof. Dr. Rr. Siti Murtingsih S.S., M.Hum (Dekan Fakultas Filsafat UGM dan penulis “Mendidik Manusia bersama Mesin”)

Setiap zaman membawa tantangannya sendiri. Dari era agraris feodal, kapitalisme industri, hingga imperialisme modern. Kini, kita memasuki Revolusi Industri 4.0 yang menempatkan teknologi digital, AI, big data, e-commerce dan media sosial sebagai fondasi sistem global baru.

Sejak merdeka, Indonesia masih terperangkap dalam ketergantungan struktural. Feodalisme warisan kolonial dan lokal masih menghambat kemajuan cara berpikir, produksi, dan budaya. Landreform sejati belum tuntas. Sementara itu, industrialisasi nasional yang mandiri belum pernah benar-benar terwujud. Ketergantungan pada kapital, teknologi, dan pasar asing masih mendominasi, menciptakan pengangguran dan menjadikan Indonesia hanya sebagai pasar bagi produk luar. Industri era Orde Baru pun rapuh karena terkonsentrasi di Jawa dan sepenuhnya bergantung pada kekuatan asing. Reformasi 1998 membuktikan lemahnya fondasi ekonomi nasional yang runtuh dihantam krisis.

Di abad ke-21, kapitalisme global membentuk tatanan baru berbasis teknologi digital. Dunia terseret ke dalam pusaran Revolusi Industri 4.0 dan dipaksa beradaptasi. Lalu, bagaimana Indonesia menghadapi kemiskinan struktural dan ekonomi agraris yang masih dominan? Bagaimana membangun ekonomi mandiri di tengah tekanan global yang terus berubah? Apa saja prasyarat politik, ekonomi, dan budaya yang harus dipenuhi agar kita keluar dari keterbelakangan dan menuju kedaulatan ekonomi?

Untuk membincangkan persoalan tersebut, Ruang Literasi Kaliurang mengadakan diskusi Kalam Sore dengan mengusung tema “Jalan Kemakmuran Indonesia di Era Revolusi Industri 4.0”

Share:

Leave a Comment:

Your email address will not be published. Required fields are marked *